Museum Kereta Api Ambarawa, Museum Perkeretaapian Terlengkap

Museum Kereta Api Ambarawa, Museum Perkeretaapian Terlengkap – Semarang memang kaya akan tempat wisatanya mulai dari wisata alam, wisata sejarah, dan lebih banyak lagi. Dikesempatan kali ini Menatapnegeri.com akan mengulas salah satu tempat wisata yang ada di Semarang, yaitu Museum Kereta Api Ambarawa mari simak ulasan berikut.

Museum Kereta Api Ambarawa

Museum Kereta Api Ambarawa adalah salah satu tempat wisata sejarah di Semarang menjadi rekomendasi tempat edukasi. Sebuah museum unik yang memiliki koleksi rel kereta api dari jaman Hindia Belanda hingga jaman pra kemerdekaan Indonesia.

Lokasi Museum Kereta Api Ambarawa

Museum Kereta Api Ambarawa terletak di Kabupaten Semarang tepatnya di kecamatan Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah. Untuk sampai di tempat wisata ini ada beberapa jalur yang bisa dilalui. Jika Anda kesulitan mencari lokasinya Anda bisa menggunakan cara alternatif yaitu dengan menggunakan Google Map.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket untuk dewasa sekitar Rp 10.000. Sedangkan untuk porsi anak-anak cukup membayar Rp. 5000 saja. Tentunya harga tersebut sangat sebanding dengan apa yang akan anda dapatkan di museum tersebut.

Bagi Anda yang ingin berkeliling dengan kereta api di gerbong kayu, tentunya ada biaya tersendiri. Jumlahnya sekitar Rp 50.000. Meski begitu, kereta klasik ini tidak bisa beroperasi setiap hari. Hanya di hari Sabtu dan Minggu.
Jam buka tempat wisata Museum Kereta Api Ambarawa mulai dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Jadi, cobalah untuk datang di antara waktu-waktu ini. Museum Ambarawa memang tempat yang tepat untuk sarana mendidik anak saat berwisata.

Baca juga:  5 Museum di Palembang Favorit Para Wisatawan

Daya Tarik Museum Kereta Api Ambarawa

Museum Kereta Api Ambarawa, Museum Perkeretaapian Terlengkap

Daya tarik apa saja yang ada di Museum Kereta Api Ambarawa Ini? Mari simak penjelasan berikut.

1. Terdapat Sejarah yang Menarik

Keunikan pertama yang menjadikan Museum Kereta Api Ambarawa sebagai objek wisata adalah sejarahnya. Pasalnya, tempat dimulainya stasiun ini sudah tidak bisa dioperasikan sejak lokomotif uap lama dihancurkan. Hal ini menyebabkan lokomotif yang tersisa menjadi barang rongsokan yang tidak berguna.

Hingga tahun berikutnya, jalur kereta api yang mengangkut penumpang dari Yogyakarta ke Magelang ditutup. Hal tersebut disebabkan oleh bencana alam berupa banjir lahar Gunung Merapi. Sehingga penutupan jalur tersebut berdampak pada sistem operasi Stasiun Willem I. Tak lama setelah bencana alam, Stasiun Willem ditutup.

Kini Stasiun Willem telah berganti dengan nama Museum Kereta Api Ambarawa. Menyulapnya menjadi museum tentu saja mempertimbangkan berbagai hal. Alih-alih bangunannya yang masih dalam kondisi bagus malah tidak terawat, pada tahun 1976 tempat itu dijadikan objek wisata. Tentu ada fasilitas konstruksi tambahan bagi pengunjung.

2. Spot Foto Bernuansakan Klasik

Karena masuk dalam jajaran museum di Indonesia, maka Museum Ambarawa memiliki gerbong kereta sungguhan. Selain itu, juga dilengkapi dengan ruang kemudi. Sehingga anak-anak sekaligus bisa belajar menjadi masinis.

Tempat yang dulunya stasiun masih mempertahankan pemberhentian kereta api. Yang tentunya kini telah banyak mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Ada juga rel kereta api yang bakal meramaikan media sosial kamu.

3. Belajar Banyak Mengenai Perkembangan Kereta Api

Selain berwisata, Anda juga bisa mempelajari sejarah perkembangan kereta api dari masa ke masa. Padahal seperti yang kita ketahui bahwa teknologi sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal ini terlihat dari kereta api yang sebelumnya hanya menggunakan tenaga uap dapat diubah menjadi listrik.

Baca juga:  4 Museum Bandar Lampung Yang menarik Untuk Dikunjungi

Saat memasuki area museum, Anda akan melihat gambaran menarik dari perkembangan rel kereta api dari tahun 1840. Yang kemudian berlanjut hingga saat ini. Selain itu, sejarah yang dipamerkan juga memuat informasi tentang ciri khas masing-masing zaman.

Museum Kereta Api Ambarawa, Museum Perkeretaapian Terlengkap

4. Mengamati Lokomotif Mesin Uap Secara Langsung

Daya tarik selanjutnya adalah pengunjung bisa melihat langsung mesin uap tersebut. Dimana saat ini sangat sulit untuk menemukan benda-benda unik tersebut. Perlu Anda ketahui juga bahwa negara kita memiliki mesin uapnya sendiri. Sekarang Anda bisa melihat mesin uap di Museum Ambarawa.

Mesin-mesin yang melapisi rel kereta api juga memiliki informasinya masing-masing. Ada juga saat kereta uap diproduksi. Karena merupakan barang antik yang sudah bertahun-tahun, perawatan khusus harus dilakukan. Sehingga pengunjung dilarang menaiki lokomotif di sana.

5. Tedapat Peralatan Operasional yang Antik

Bagi Anda yang menyukai barang antik dan memiliki nilai sejarah, Museum Kereta Api Ambarawa memiliki apa yang Anda inginkan. Bahkan museum ini tidak hanya menyuguhkan pemandangan mesin kereta kuno. Tetapi juga berbagai peralatan masa lalu lainnya. Beberapa di antaranya adalah topi masinis, mesin ketik, telepon, dan masih banyak lagi.

Dari berbagai item antik yang ada, ada beberapa yang tidak boleh disentuh. Sehingga ada barang yang hanya bisa dilihat seperti perlengkapan operasional rel kereta api. Alat tersebut sengaja diletakkan di jendela yang terkunci.

Itulah sedikit ulasan tentang Museum Kereta Api Ambarawa, Museum Perkeretaapian Terlengkap dari Menatapnegeri.com, semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi liburan Anda selanjutnya.