Masjid Tiban Malang : Masjid Dibangun Tanpa Arahan Arsitek

Masjid Tiban : Masjid Dibangun Tanpa Arahan Arsitek di Malang – Malang memang kaya dengan wisatanya salah satunya dengan wisata Religinya. Pada kesempatan ini Menatapnegeri.com akan mengulas salah satu tempat wisata yang ada di Malang, yaitu Masjid Tiban simak ulasan berikut.

Masjid Tiban Malang

Masjid Tiban merupakan salah satu wisata religi di Malang Jawa Timur yang menarik perhatian wisatawan. Masjid yang megah dan indah itu tampak seperti sebuah kastil berhiaskan kubah berwarna biru dan putih yang rupanya dibangun tanpa arahan seorang arsitek.

Lokasi Masjid Tiban

Lantas, di manakah letak Masjid Tiban ini? Wisata ini berada tepat di Alamat : Jl. KH. Wachid Hasyim, Sananrejo, Kec. Turen, Kota Malang, Jawa Timur. Apabila anda masih belum mengetahui wisata ini maka anda bisa mencarinya di google maps dengan mengetikkan nama tempat wisata ini dan tentunya akan terlihat keberadaannya.

Fakta dan Sejarah Masjid Tiban Malang

Berikut adalah fakta dan sejarah yang menaraik di Masjid Tiban Malang.

1. Berawal dari Pondok Pesantren

Masjid Tiban pada awalnya adalah sebuah pesantren di bawah asuhan Romo Kiai Ahmad. Memiliki nama lengkap Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri’ Asali Fadlaailir Rahmah atau Bi Ba’a Fadlrah. Penduduk setempat melabeli ini karena mereka percaya bangunan ini jatuh atau muncul secara tiba-tiba berkat bantuan kekuatan jin.

Baca juga:  Sitinjau Lauik: Tanjakan Ekstrem Dengan Pemandangan yang Indah

Tiban dalam bahasa Jawa berarti jatuh. Namun, manajemen pesantren membantah rumor tersebut. Selain itu, masjid ini bukanlah tempat wisata. Sasaran pembangunan tidak menyasar sektor ini. Namun, kemegahan arsitektur dan mitos-mitos yang mengikutinya rupanya berhasil mengundang rasa penasaran.

Masjid Tiban Malang : Masjid Dibangun Tanpa Arahan Arsitek

Tak pelak, membuat orang berlomba-lomba datang ke sini. Setiap hari selalu dipadati pengunjung, terutama pada saat-saat liburan. Suka tidak suka, pengelola membuka akses kepada masyarakat luas. Seiring berjalannya waktu, Masjid Tiban mengalami banyak renovasi.

2. Hasil Kerja Sama Para Santri dan Warga Sekitar

Pembangunan masjid tidak melibatkan arsitek profesional. Prosesnya mengikuti arahan Romo Kiai Ahmad selaku pemilik pondok pesantren. Ia menyampaikan inspirasi yang didapat melalui shalat istikharah kepada para santri. Kemudian, mahasiswalah yang melaksanakan teknis pelaksanaannya.

Tenaga kerja utama dalam pembangunan tersebut adalah para mahasiswa di Pondok Salafiyah. Kalaupun ada tambahan tenaga, biasanya mengundang warga sekitar. Dengan kata lain, Masjid Tiban didirikan oleh manusia. Fakta ini sekaligus membantah rumor tentang tindakan jin.

Menariknya, Romo Kiai Ahmad belum pernah ke luar negeri kecuali untuk menunaikan ibadah haji. Ia hanya mengarahkan sesuai dengan inspirasi pribadi, yang kemudian diterjemahkan oleh para siswa. Tak heran, gaya arsitektur masjid ini seolah memadukan berbagai konsep budaya. Mungkin, ketiadaan aliran karakteristik desain ini menjadi daya pikat utama.

Masjid Tiban Malang : Masjid Dibangun Tanpa Arahan Arsitek

3. Didirikan untuk Belajar Mengaji dan Konsultasi

Masjid Tiban sebenarnya adalah rumah Pater Kiai Ahmad pada tahun 1963. Ia dikenal sebagai ulama alim, sehingga memicu inisiatif warga setempat untuk meminta diajarkan mengaji. Rumah semakin ramai. Hingga akhirnya diresmikan sebagai pondok pesantren pada tahun 1976.

Baca juga:  Menara Siger Ikon Lampung Yang Menaraik Untuk Dikunjungi

Seiring berjalannya waktu, rumah ini perlahan direnovasi oleh pemiliknya. Nantinya, akan digunakan sebagai tempat tinggal para siswa. Saat itu bentuk dan bahan bangunannya masih sederhana. Hal ini merupakan keadaan yang wajar mengingat pada masa lalu pemenuhan kebutuhan hidup sangat terbatas. Tahun 1994 sempat terhenti dan baru dimulai kembali setelah memasuki tahun 1998.

Keputusan itu diambil atas dasar niat untuk membantu mengatasi krisis moneter yang bergejolak saat ini. Benar saja, pemerintah daerah perlahan memperhatikan. Padahal, proses izin mendirikan bangunan dibantu dan disederhanakan.

Yang jelas, masjid ini dibangun untuk memudahkan belajar mengaji sekaligus konsultasi masalah. Romo Kiai Ahmad dulu aktif membantu mencarikan solusi atas permasalahan yang dialami para santri. Menurut Kishanto selaku pengurus masjid, ia akan melaksanakan shalat istikharah jika ada yang mengadu.

Itulah sedikit ulasan Masjid Tiban : Masjid Dibangun Tanpa Arahan Arsitek di Malang dari Menatapnegeri.com, semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi liburan Anda selanjutnya.